Liqo Pengertian tujuan dan Prinsip-Prinsip Pelaksanaannya – Liqo adalah tidak benar satu kata bahasa Arab yang berarti pertemuan. makna ini sering disamakan dengan halaqah, padahal keduanya meresmikan istilah yang berbeda.
Liqo Pengertian tujuan dan Prinsip-Prinsip Pelaksanaannya
Menurut Siti Aisah dan Komarudin Shaleh di dalam Journal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, halaqah adalah pengajian dengan peserta yang duduk melingkar. Pembahasannya berkenaan dengan materi khusus kalau hadis, aqidah, fiqih, maupun sirah.
Sedangkan liqo adalah pertemuan yang sifatnya lebih umum di dalam liqo, pembahasannya bukan hanyalah kajian ilmiah, namun bisa terhitung diisi bersama dengan rapat atau pertemuan musyawarah orang-orang Muslim.
Lantas layaknya apa obyek dan prinsip-prinsip liqo? tengok penjelasan lengkapnya berikut ini.
Tentang Liqo
Masih berasal dari sumber yang sama juga liqo rata-rata digelar secara rutin di dalam grup kecil yang diikuti sekurang-kurangnya lima orang. tetapi jumlah maksimal peserta liqo umumnya 10-15 orang.
Dalam satu grup liqo, bakal ditunjuk seseorang sebagai murabbi. Tugas murabbi adalah pemateri sekaligus pembina bagian kelompok.
Selain diisi kajian dan diskusi, terletak upaya pembinaan kepribadian pada anggotanya. Oleh gara-gara itu aktivitas liqo datang berbagai layaknya setor hafalan Al-Quran, kultum, sampai penerapan amalan yaumiyah.
Pembahasan dalam liqo kebanyakan mencakup semua faktor di dalam Islam yang cocok bersama dengan Al-Quran dan hadis. biasanya materi akan sesuai bersama keperluan anggota seperti aqidah, akhlak, fiqih, dan juga ilmu pengetahuan umum.
Tujuan kesibukan Liqo
Dalam liqo, biasanya hadir beberapa obyek yang ditetapkan agar aktivitas lebih terarah. Setidaknya ada enam obyek berasal dari kegiatan berikut yaitu:
Menambah wawasan berkaitan agama Islam
Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT
Membentuk karakter masyarakat agar lebih islami
Meningkatkan ibadah kepada Allah SWT
Memperkuat tali silaturahmi
Membentuk anggotanya sebagai manusia yang lebih baik.
Tiga komitmen Liqo
Merujuk antara penjelasan Ahmad Ali Nurdin yang dikutip dari buku Islam and Political Power in Indonesia plus Malaysia The Role of Tarbiyah plus Dakwah in the Evolution of Islamism karya Joseph Chinyong Liow, ada tiga komitmen dalam liqo.
Prinsip pertama adalah ta’aruf atau saling mengenal. bermakna setiap bagian yang masuk didalam grup liqo mesti saling mengenal satu persis lain dengan baik sehingga jalinan yang terkait dapat berkembang bersama dengan baik.
Kedua yaitu tafahum atau pemahaman. prinsip tahafum adalah memperkuat kasih sayang antarsatu dan yang lainnya, melupakan kebencian yang dapat mengakibatkan kerusakan pertalian dan menghindari perselisihan.
Terakhir adalah takaful, saling bertanggung jawab. berarti tiap tiap bagian meresmikan tanggung jawab untuk saling mempertahankan satu persis lain. supaya disaat keliru satu anggota hadapi ada masalah maka bagian lain bakal perlihatkan bantuan