2 umpama Kultum Singkat tentang Sabar yang Tidak hadir Batasnya – Mendengarkan tausiah merupakan tidak benar satu amalan yang mulia, terlebih di bulan Ramadhan. Pasalnya seluruh amalan di bulan Ramadhan dapat dilipatgandakan oleh Allah SWT. Kultum menjadi tidak benar satu metode ceramah yang sering digunakan kala bulan Ramadhan. Bagi kamu yang hendak memberikan kultum sebelum akan tarawih maupun setelah shalat subuh, berikut 2 semisal kultum singkat berkenaan sabar yang tidak datang batasnya.
2 perumpamaan Kultum Singkat mengenai Sabar yang Tidak hadir Batasnya
Sabar adalah salah satu perihal yang mulia di segi Allah SWT. Seseoran yang memiliki pembawaan penyabar, Allah SWT bakal membalasnya bersama dengan banyak kebaikan.
Sabar sendiri merupakan pengendalian diri terhadap tingkah laku di dalam menahan emosi dan kemauan yang bakal menyebabkan maksiat dan dosa.
Adapun contoh kultum singkat tentang sabar yang tidak ada batasnya yang bisa digunakan sebagai referensi yakni:
Kultum Pertama
Apakah Sabar ada Batasnya?
Oleh Ustadz Abu Yahya Badrusallam
Kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Apa benar kesabaran itu datang batasnya? pasti ini menjadi sebuah tanda bertanya besar. Allah SWT di di dalam Al-Qur’an memerintahkan kita untuk sabar. dalam ayat-ayat diantaranya Allah berfirman:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ
“Hai orang iman bersabarlah dan berusahalah terus untuk bersabar….. ” (QS. Ali Imran:200)
Allah mencintai orang-orang yang sabar
Tidak hadir dalam Al-Qur’an tidak pula dalam hadits, bahwa Allah memperlihatkan batasan bahwa manusia untuk sabar itu ada batasnya. Seringkali kita mendengar ada orang bicara “Sampai kapan kami bersabar?” lebih-lebih kali saja datang orang yang berkata “Kesabaran aku udah habis.” dll.
Subhanallahu, saudaraku…!
Rasulullah SAW bersabda,
“Bersabarlah kamu!”
Sampai kapan?
“Maka bersabarlah hingga anda berjumpa denganku di telaga haud” (HR. Muslim nomer 3132)
Di sini Rasulullah SAW menyuruh kami untuk bersabar. sampai kapan? Apakah beliau menuturkan sabar ada batasnya? Tidak!!
Rasulullah SAW mengatakan “Bersabarlah sampai kamu bertemu denganku di telaga haud!”
Berarti sabar itu sampai akhir hayat!
Kita manusia, hidup di dunia tak lepas berasal dari yang namanya ujian dan cobaan. setiap manusia diberikan oleh Allah SAW ujian dengan beragam macam ragam-ragamnya.
Ada orang yang diberikan ujian oleh Allah dengan penderitaan, kesengsaraan, datang orang yang Allah memberi ujian bersama kekayaan. masing-masing orang diuji kesabarannya. Orang yang menderita bersama sakit diuji kesabaran untuk hadapi sakit, orang yang menderita kesusahan dan ada problem diuji kesabarannya bersama kekurangan harta, orang yang diberikan oleh Allah kekayaan dan kesenangan diuji oleh Allah kesabarannya untuk menghadapi syahwat dia. dikarenakan semakin senang makin banyak tempat seseorang sering kadang lebih memerhatikan syahwatnya.
Manusia diuji selama hidup dia, di dalam kehidupan dia. bersama apa? bersama perintah, bersama dengan larangan. Allah memerintahkan kami shalat, zakat, puasa dan haji. Allah juga melarang kami berzina, judi dan melarang beraneka macam larangan-larangan lainnya. hingga kapan? Jawabnya satu, sampai akhir hayat, sampai kami mati.
Bolehkah kami berbicara “Sampai kapan saya bersabar untuk shalat?” jikalau hadir orang menuturkan “Kan kesabaran hadir batasannya, lantas saya shalat pun datang batasanya dong?”
Subhanallah .. tidak ya hadirin!
Kita sabar sampai hayat kami selama kita beriman kepada Allah kami memerlukan kesabaran.
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu berkata,
“Sabar bagi keimanan laksana kepala dalam tubuh. apabila kesabaran telah lenyap maka lenyap pulalah keimanan.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya no 31079 dan al-Baihaqi di dalam Syu’ab al-Iman nomor 40)
Sebagaimana badan tidak dapat hidup tanpa kepala, demikian pula iman tak akan dulu hidup tanpa kesabaran.
Bagaimana tidak? sementara kita beriman kepada Allah selama hayat kami sepanjang kami hidup, kami terus sabar menjalankan perintah Allah, menghindarkan larangan-larangan Allah, apalagi hidup pun tak terlepas berasal dari beragam macam ujian, ujian, ujian. Allah mengatakan:
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً
“Dan kita uji kalian bersama keburukan, kesenangan sebagai fitnah untuk kalian.” (QS. Al Anbiya’: 35)
Allah termasuk berfirman,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ
“Sungguh kami bakal uji kalian bersama dengan sedikit rasa risau rasa lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.”
Lalu Allah mengatakan,
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Bergembiralah untuk orang-orang yang sabar”
Siapa dia?
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ) ١٥٦(
“Yaitu orang-orang yang andaikan ditimpa musibah mereka berkata “kami punya Allah dan sebetulnya kami dapat lagi kepada Allah.” QS. Al Baqarah: 155-156
Seakan sinyal bahwa kami bersabar sampai kita lagi kepada Allah SAW.
Kata siapa sabar itu hadir batasnya?
Rasulullah SAW bersabda,
“Siapa yang mengusahakan untuk sabar maka Allah akan berikan atau Allah dapat jadikan dia sabar” (HR. Abu Dawud)
Oleh karena itu, saudaraku..
Aneh, andaikata datang orang berbicara “sabar itu ada batasnya”. Dan aneh apabila datang orang yang berbicara “kesabaran saya udah habis”. Itu menunjukan dia tidak sabar. sebab andaikan dia sabar, dia akan selalu menghambat dirinya.
Tentu pondasi kesabaran adalah kepercayaan kita kepada Allah dan hari jamaahrat. gara-gara saat seorang hamba harapkan apa yang hadir di segi Allah berbentuk pahala dan surga yang ada di jamaahrat, maka itu suatu hal yang luar biasa. Itulah yang menimbulkan kami bisa bersabar menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan.
Kenapa demikianlah karena kita menginginkan sesuatu yang lebih, yakni berupa pahala jamaahrat dan surga yang kami dambakan.
Nah menurut kamu masihkah kesabaran itu ada batasnya?
Kultum Kedua
Perisai
Dikutip berasal dari buku Kultum Romadhon karya Kyai Satu Ayat (2022:54-59)
“Perisai (junnatun)” yang dimaksud di sini ialah perumpamaan untuk puasa. bersama dengan berfaedah sebagai “perisai”, puasa akan buat perlindungan kita dari:
Penyakit doyan makan, minum dan ngemil yang berlebihan.
Kegemukan (obesitas).
Pemborosan pengeluaran.
Sifat serakah, tamak, rakus dan egois.
Perasaan cemas miskin dan kelaparan.
Dengan demikianlah kita menjadi sehat (lahir dan batin), pemurah (peduli pada sesama), optimis dalam menghadapi hidup, dan hemat.
Hadirin rahimakumullah…
Perisai yang paling utama di bulan Ramadhan ini ialah sabar.
Dengan kesabaran, kita bisa Mengerjakan sholat tarawih, bangun sahur dan mengendalikan udara nafsu, di samping mengoptimalkan puasanya.
Bicara soal sabar, banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang menerangkan mengenai keistimewaannya,
antara lain:
Orang sabar dicintai Allah. berarti orang sabar adalah “kekasih” Allah. Firman-Nya:
“…Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146)
Orang sabar berbarengan Allah. menandakan orang sabar tetap “ada (dekat)” bersama Allah.
Firman-Nya:
“… sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).
Orang sabar mendapat “kabar-gembira”.
Berarti, orang sabar tidak butuh bersedih dan cemas di dalam menghadapi persoalan apapun.
Firman Allah:
Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155).
Orang sabar mendapat “pahala lebih baik dan tanpa batasan”. menandakan perjuangan orang sabar tidak dapat sia-sia Firman Allah:
“Apa yang ada di segi anda dapat lenyap, dan apa yang hadir di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya kami akan berikan balasan kepada orang-orang yang sabar bersama dengan pahala yang lebih baik dari apa yang udah mereka Mengerjakan ” (QS. An-Nahl: 96).
“… kenyataannya sekedar orang-orang sabar yang dicukupkan balasannya tanpa batas (hitungan). ” (QS. Az-Zumar: 10).
Orang sabar didalam “keindahan”. pertanda tambah sabar, makin indah hidup ini.
Firman Allah:
Maka kesabaran itulah yang indah (baik)…” (QS. Yusuf: 18).
Orang sabar dalam “kemenangan”. pertanda orang yang tidak sabar adalah orang yang kalah. Firman Allah:
“Sesungguhnya aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, gara-gara kesabaran mereka. kenyataannya mereka itulah orang-orang yang menang. ” (QS. Al-Mu’minun: 111).
Hadirin rahimakumullah…
ltulah sebagian pernyataan Al-Quran yang dapat memotivasi kami untuk memperkuat kesabaran didalam hidup ini. Sebagaimana firman Allah ini:
“Hai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap-siaga, dan bertakwalah kepada Allah, agar kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 200).
Sekarang kita ambil keterangan-keterangan dari Rasulullah yang Iainnya:
Sabar adalah “pelita”. “Sholat adalah cahaya sedekah adalah bukti, dan sabar adalah pelita. ” (HR. Muslim).
Sabar adalah “karunia paling baik dan luas”. “Dan tidaklah diberikan seseorang suatu bantuan yang terbaik dan terluas daripada kesabaran. “(HR. Bukhari dan Muslim).
Sabar adalah “separuh dari iman”. “Sabar adalah separuh dari iman, dan meyakini adalah iman yang penuh.” (HR. Ath-Thobroni dan Baihaqi).
Hadirin rahimakumullah…
Beberapa keterangan dari Al-Quran dan Hadits Rasulullah SAW berikut hendaknya merasa renungan, kajian dan motivasi bagi kami seluruh dalam beribadah kepada Allah.
Dan, semoga puasa kami di bulan sabar ini memang jadi perisai yang melindungi kami dari kehidupan dunia dan akhirat.